Kamu, adalah
alasan mengapa aku masih berdiri disini, menanti
Kamu, adalah
alasan mengapa pintu haiku takkan kubiarkan sedikit pun terbuka
Kamu adalah
alasan mengapa aku menunggu pagi dan tidur larut hanya untuk menemanimu hingga
terjaga
Kamu, adalah
alasan mengapa tak ada kesempatan lagi untuk cinta cinta yang lain
Namun kini dia
hadir…………..
Lalu, untuk apa
aku menunggu?
Jika yang kamu
harapkan bukan lagi diriku
Untuk apa aku
menunggu?
Jika senyum yang
kau berikan bukan untukmu
Untuk apa aku
menunggu?
Jika kebahagiaanmu
dia, bukan lagi aku
Untuk apa aku
menunggu?
Jika tak ada
lagi ruang dihatimu untuk ku singgahi
Aku layaknya
bunga ditepian jalan itu,
Haus akan sinar
matahari dan hujan. Tanpa ada satu pun orang yang peduli
Aku hanyalah
sang rumput liar,
Hanya tinggal
menunggu waktu sampai tiba saatnya seseorang memangkas habis diriku
Aku hanyalah
seekor kerbau,
Yang rela
menjadi budak seorang majikan yang bernama cinta
Sedangkan kamu?
Kamu adalah
khayalan, yang seketika hilang saat aku mengerjapkan mata
Kamu adalah
angan, yang tak pernah dan tak akan bisa ku gapai
Kamu adalah
ombak, yang mengikisku secara perlahan
Dan kamu adalah
harapan
Yang tak selamanya
akan menjadi kenyataan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar