ketika satu-satunya hal yang kamu harapkan tidak menjadi kenyataan
ketika satu-satunya hal yang kamu andalkan mendadak pergi
ketika satu-satunya hal terindah yang kau punya hilang dari ingatan
ketika satu-satunya hal yang tak ingin kau ingat menyeruak kembali
akankah kau tetap bertahan tanpa air mata yang membasahi pipi?
akankah kau tetap melangkah sedangkan jejak kakinya masih menempel dibawah jejakmu?
akankah pikiranmu dapat berpikir secara rasional?
akankah tanganmu tetap menggenggam meskipun tak ada lagi harapan?
mungkin diri ini sudah muak dengan kepedihan
berusaha tetap tegar, tidak peduli apa yang ia rasakan
namun hati tidak....
hatiku terlalu lembut untuk mengacuhkan segala hal yang terjadi pada diri ini
seandainya, air mata yang telah jatuh dapat menjawab semua pertanyaan
seandainya, hati yang menyimpan banyak cerita dapat memaparkan semuanya
seandainya, kaki yang melangkah dapat berbicara
seandainya, aku dapat menuturkan semua hal yang masih aku jadikan harapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar