105 hari berlalu
Mungkin terdengar sebentar untuk orang yang lebih kuat bertahan
Atau terlalu lama untuk orang yang mudah menyerah
Tetapi menurutku, ini bukan lagi masalah waktu
Biarlah waktu menjadi saksi bisu diantara harapan yang semu dan kesetiaan yang membeku
105 hari berlalu
Air mata ini menumpuk di pelupuk mataku
Tidak, aku tidak berkenan untuk menjadikannya sebuah tangis
Aku tahu bahwa aku lebih kuat dari itu
105 hari berlalu
Terima kasih telah menuai suka dan duka di setiap hariku
Aku mengerti bahwa terima kasih, bahkan tekuk lutut-ku pun tak akan cukup untukmu
105 hari berlalu
Berjanjilah padaku, ini 105 hari terakhir yang kau sia-siakan
105 hari terakhir yang kau abaikan
Berjanjilah padaku, jangan ada 105 hari lainnya
Yang akan kau berikan untuk seseorang yang kelak kau jadikan pasangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar